Ramal Jodoh
Sehubungan dengan artikel program ramal jodoh menurut shio, cukup banyak pengunjung minta diramal. Untuk melayaninya, di sini saya datangkan Suhu Ahok yang baru turun gunung (di gunung bukan bertapa, tapi menghapal artikel tadi). Suhu Ahok hanya terima tanggal lahir antara 1970 dan 1999 yang ditulis dalam tanggal/bulan/tahun, misalnya 31/5/87. Oke, silakan minta diramal oleh Suhu Ahok. Gratis. Semoga beruntung.
February 15, 2007 at 7:04 pm
saya lahir 2 nov 1987
dan dia 17 okt 1983
kenapa saya tidak bisa mkenggunakan program itu?
dan apakah kami akan berlanjut hubungannya karena keluarga saya tidak setuju dg hub. kami. dengan alasan fisik kami tidak sesuai
terimakasi8h
February 16, 2007 at 11:22 am
maaf, saya yang salah. kemarin saya menuliskan tgl lahir saya dg 02. trus sudah saya ganti dengan 2. sekarang sudah bisa.dan apa maksud dengan hasil ramalan bahwa kami berakhir seperti dongeng anak2? maksudnya happy ending??? atow sebaliknya?mengingat kami ditentang hub.nya
dan apakah saya bisa menambahkan program ramal jodoh ini pada webite saya di www.multiply.com
alamat site saya http://freakyabice.multiply.com/
February 16, 2007 at 3:35 pm
Iya memang Suhu Ahok baru turun gunung, belum jinak betul. Jadinya nulis “02″ dengan “2″ aja dia permasalahin.
Setahu saya Suhu Ahok, walaupun sudah berumur, masih suka nonton film. Film favoritnya Shrek dan Shrek 2. Mungkin yang dia maksud sebagai dongeng anak-anak ya yang seperti itu.
O iya, tentu saja saya akan senang sekali kalau di situs-situs lain ada link ke sini (ke http://www.lesantoso.com/tools/ramal-jodoh/ ). Biar Suhu Ahok makin ngetop, makin sibuk meramal, dan nggak nonton film melulu.
February 22, 2007 at 2:30 pm
Tanggal lahir saya 1/12/70 dan dia 22/12/70.
Apa maksudnya dengan “tidak ada komentar”? Kok commentnya mirip artis Desy Ratnasari sih? Terima kasih.
February 22, 2007 at 3:05 pm
Iya, Suhu Ahok sebagai orang jadul memang salah satu acuannya adalah Desy Ratnasari. Tapi percaya deh, masih ada hasil ramalan dia yang lebih parah daripada sekedar “tidak ada komentar.”
February 23, 2007 at 1:14 pm
Suhu Ahok yang baik, aku 14 Juni 1964, sedangkan dia 17 Pebruari 1976, cocok gak ya, tapi saya sangat mencintainya.
Keberuntunganku di tahun ini gimana ya?
makasih
February 27, 2007 at 4:48 pm
Untuk tahun sebelum 1970 Suhu Ahok tidak hapal, jadi dia harus buka-buka dulu kitab leluhur yang sudah menguning dan berdebu. Sambil batuk-batuk dia bilang bahwa barang siapa lahir pada 14 Juni 1964 adalah bershio Naga, sama halnya seperti orang-orang yang lahir pada, misalnya, 14 Juni 1976.
February 28, 2007 at 1:10 pm
saya lahir 15 juli 1978 dan dia 27 maret 1976, kok jawabannya tidak ada komentar yah, tolong dong.thanks
March 2, 2007 at 12:57 pm
Percaya deh, masih ada hasil ramalan Suhu Ahok yang lebih parah daripada sekedar “tidak ada komentar.”
March 4, 2007 at 11:46 am
ap maksudnya dengan hasil ramalan “tidak ada komentar”
March 4, 2007 at 7:16 pm
Suhu Ahok baru turun gunung, jadi jangan kuatir, dia masih jujur. Kalau hasil ramalan bagus dia akan bilang bagus. Kalau hasil ramalan parah dia akan bilang parah.
March 9, 2007 at 4:44 pm
cuape dech…mr.lucky ko’lama bgt yach opening page nya
dah gitu ko’aq cba tp ga bsa C…?!
March 10, 2007 at 2:14 am
Lama banget mungkin karena waktu dikunjungi Suhu Ahok lagi tidur, harus dibangunkan dulu. (Maklum cukup banyak terima order ngeramal, jadi cape.)
Soal coba gak bisa, memang kemaren-kemaren ini Suhu Ahok belum jinak betul, jadinya nulis “02″dengan “2″aja dia permasalahin, nulis “1987″ dengan “87″ aja dia ributin. Sekarang Suhu Ahok sudah rada jinak. Coba aja lagi.
March 15, 2007 at 2:01 pm
nasib, karir dan masa depan saya gimana ya..
tolong dong….
March 15, 2007 at 3:09 pm
Maaf, sewaktu di gunung Suhu Ahok memang ambil konsentrasi/penjurusan ramal jodoh. (Sebetulnya di gunung dia dikasih juga ramal nasib dasar dan ramal karier dasar, tapi waktu itu dia ketiduran.) Kalau ada waktu saya mau kirim lagi Suhu Ahok ke gunung untuk ambil spesialisasi ramalan yang lain.
March 24, 2007 at 9:54 am
Kok bisa berakhir seperti dongneg…..
March 31, 2007 at 3:06 pm
Berakhir seperti dongeng? Selamat, selamat, beruntung tuh, soalnya jarang banget Suhu Ahok kasih hasil ramalan bagus. Kebanyakan pasangan sih biasa-biasa aja, mau bilang apa.
April 11, 2007 at 5:41 pm
Ramalannya singkat banget yaks. Gw tgl 16/6/78, dia 10/2/73, masa’ komentarnya berakhir di pengadilan berarti jadi tapi cerai gitu ya? Banyak interpretasinya nich he he he
April 11, 2007 at 10:21 pm
Maklumlah Suhu Ahok baru turun gunung, jadi belum pandai basa-basi, gayanya masih “to the point” gitu.
Tapi ini kasus istimewa loh, jarang banget Suhu kasih hasil ramalan parah kayak gitu. (Kebanyakan pasangan sih biasa-biasa aja sehingga Suhu gak kasih komentar.)
July 6, 2007 at 8:03 pm
Dalam artikel yang dipakai oleh Suhu Ahok, memang kebanyakan pasangan tingkat perjodohannya adalah biasa-biasa saja, tidak ada istimewanya. Jika pengunjung menanyakan hasil ramalan untuk kasus seperti ini, Suhu Ahok selama ini memaksakan diri untuk bersikap sopan (bukan suatu hal yang mudah untuk orang yang baru turun gunung) dan menanggapinya dengan “Tidak ada komentar.”
Ini sempat membuat sebagian pengunjung bertanya, “Apa maksudnya ‘tidak ada komentar’?” Menghadapi situasi ini Suhu Ahok dalam hati hanya bisa berujar, “Cape deh.”
Karena itu saya sudah meminta Suhu Ahok untuk tidak lagi menggunakan istilah “Tidak ada komentar” dalam memberi tanggapan kepada para pengunjung, dan menggantikan istilah itu dengan “Biasa-biasa saja. Tidak ada istimewanya” agar, mudah-mudahan, bisa lebih dipahami oleh pengunjung.