Risk Management dalam Trading

[Rekan-rekan milis,]

TA [(Technical Analysis)], seperti dikatakan oleh [seorang rekan milis], hanya bisa diandalkan kira-kira pada 60% keadaan (wah kalau transaction cost + spread ikut diperhitungkan, peluang gain-nya tinggal berapa tuh). IMHO jika entry signal dari TA mengecewakan, bisa jadi:

  • ada kesalahan judgment dari pihak kita sendiri (ini lebih mungkin
    terjadi pada penggunaan TA “primer” atau chart-based ketimbang pada TA “sekunder” atau indicator-based seperti MA, RSI, stochastics, dll.)
  • atau memang entry signal tersebut pada dasarnya merupakan
    failed/false signal

Karenanya diperlukan risk management, di mana yang relatif sederhana adalah penggunaan stop. Saya cenderung menganggap risk management secara umum adalah suatu issue di luar TA, karena misalnya penetapan stop bisa didasarkan pada berbagai patokan (tergantung pada risk tolerance dan amount of capital si trader), bukan hanya pada TA:

  • berdasarkan TA (chart-based maupun indicator-based)
  • berdasarkan volatilitas harga saham ybs.
  • berdasarkan besarnya potential loss dalam rupiah
  • berdasarkan besarnya potential loss dalam persentasi terhadap trading account

Stop yang didasarkan pada exit signal TA bisa jadi letaknya jauh terhadap titik entry, sehingga penggunaan stop jenis ini (secara murni) barangkali hanya bisa diterima oleh trader yang memiliki risk tolerance tinggi dan berfalsafah fatalistik (“nrimo“). IMHO risk tolerance bagi short-term trader yang aktif seharusnya relatif rendah. IMHO 10% adalah terlalu besar. Sebagai gambaran (asumsi menggunakan seluruh dana pada trading account tiap kali trade) katakanlah dia mengalami 4 kali failed signal berturut-turut = 4 kali losses sebesar 10%, yang akan membuat dia mengalami kesulitan yang sangat serius, akan butuh gain sekitar 52% hanya untuk recovery.

[Dengan kata lain,] IMHO menggunakan TA tidak harus secara pure mechanical, namun bisa saja discretionary asal dengan risk management, tergantung karakteristik si trader. [...]

[Sayangnya, konsep risk management, walaupun tentu saja berguna bagi investor/trader], tidak semenarik “fundamental analysis” seperti misalnya membicarakan kemungkinan Wiranto mundur dari jabatan Menko (dan maju ke jabatan presiden).

Leave a Comment

Security Code: