Drawdown dan Drawdown Recovery

[Rekan-rekan milis,]

[Misalnya suatu saham turun harganya dari] Rp1200 jadi Rp1000, potential loss hanyalah (1000/1200-1)=(16.67%)
tapi [...] untuk mencapai break even perlu kenaikan (1200/1000-1)=20%

misalnya turun lagi jadi Rp800, potential loss “hanya” (33.33%)
tapi untuk mencapai break even perlu kenaikan 50%!
(dari opening turun 33.33% barangkali bisa terjadi dalam sehari tapi dari opening naik 50% dalam sehari kan kayaknya keburu suspend jadi paling tidak ada opportunity cost/waktu terbuang)

misalnya turun lagi jadi Rp600, potential loss “cuma” (50%)
namun untuk mencapai break even perlu kenaikan 100%!!
(apalagi yang ini. hmm .. kapan terakhir kali kita menikmati kenaikan 100% ya?)

misalnya turun lagi jadi Rp100, potential loss adalah (91.67%)
namun untuk mencapai break even perlu kenaikan 1100%!!!
(hmm .. next to impossible, IMHO)

misalnya terus dipailitkan kayak FISK [, saham PT Fiskaragung Perkasa yang legendaris itu] … (jangan deh)

pengandaian di atas tidak mengada-ada sebab menurut seorang expert ada autokorelasi dari return harga saham sebagai time-series, atau menurut expert yang lain lagi, “the trend is your friend,” dan juga tentu saja ada karakteristik komoditas saham yang menyebabkannya unggul dibanding komoditas lain seperti BBM atau sembako, yaitu tidak ada jaminan bahwa saham akan mengalami inflasi dalam jangka waktu tertentu ke depan.

Leave a Comment

Security Code: