Sistem Pendukung Keputusan untuk Masalah Optimisasi Multikriteria

Also published in Laporan Teknis Berkala Manajemen Informatika (Bina Nusantara University) 8, no. 2, 2000.

ABSTRAK
Masalah optimisasi multikriteria muncul di berbagai bidang rekayasa, yaitu saat rekayasawan harus mengambil keputusan pada situasi di mana beberapa tujuan yang sering kali saling bertentangan serentak harus dipenuhi secara optimal, sambil mempertimbangkan terbatasnya sumber daya yang ada. Karenanya diperlukan suatu sistem untuk mendukung pengambilan keputusan tersebut. Telah dibangun suatu sistem perangkat lunak komputer berdasarkan metode numeris untuk optimisasi multikriteria; keefektifan sistem tersebut sebagai alat bantu dalam menyelesaikan masalah optimisasi multikriteria diperlihatkan oleh suatu studi kasus.

KATA KUNCI
sistem pendukung keputusan, optimisasi multikriteria

ABSTRACT
Multicriterion optimization problems arise in various areas of engineering, when engineers should make decisions in the situation where several, often conflicting, objectives must be satisfied optimally, while considering the scarcity of resources. A support system is required for such decisions. A system of computer software is developed based on a numerical multicriterion optimization method; the effectiveness of the system as a tool for solving multicriterion optimization problems is demonstrated using a case study.

KEYWORDS
decision support systems, multicriterion optimization

FULL TEXT
Sistem Pendukung Keputusan untuk Masalah Optimisasi Multikriteria.pdf (128 KB)

92 Comments to “Sistem Pendukung Keputusan untuk Masalah Optimisasi Multikriteria”

  1. mayaerika Says:

    sistem pendukung keputusan sangat diperlukan sebagai stimulan pegambilan keputusan di tingkat manajemen.

  2. vina Says:

    Saya tertarik dengan topik optimisasi multikriteria ini..
    Sebelumnya saya ada sedikit pertanyaan.
    Menurut Anda contoh kasus / penerapan kasus selain yang ada dalam artikel itu apa saja?
    Contoh kasus yang sederhana untuk diimplementasikannya.thx…

  3. Lucky E. Santoso Says:

    Yang ada di artikel ini memang multiple-criteria decision making (MCDM) secara umum (bentuk continuous yang nonlinear), jadi cocoknya buat kasus-kasus engineering dan semacamnya.
    Kalau kasus yang sederhana, misalnya memilih cowok (berdasarkan banyak kriteria, misalnya penampilan, penghasilan, dan kenakalan), ini masuk MCDM bentuk discrete, dan untuk ini sudah ada alatnya yang khusus, misalnya analytic hierarchy process (AHP).

  4. Luqman S Says:

    Mas Lucky,
    Tulisannya menarik sekali dan saya sedang mencari bahan bahan untuk TA, dimana rencananya mengambil ttg DSS pada Manajemen Proyek Engineering
    tapi rupanya lumayan susah.
    Maaf, kalau boleh tanya, kira kira seperti apa gambaran umum metode/teori yang harus dipelajari.
    Saya sendiri kuliah nyambi kerja (eh kebalik), sedang pekerjaan saya pada bidang design pipa pipa di pabrik kimia. (Design gambar & pengawasan proyek)
    Bisakah Anda membantu saya.

    Terimakasih

    Salam

    Luqman S

  5. Lucky E. Santoso Says:

    Terima kasih, Mas Luqman. DSS kan suatu umbrella term ya, yang berarti cakupannya teramat sangat luas sekali. Sistem apa saja (ya asal masih berbau mendukung pengambilan keputusan dikit-dikit lah) bisa digolongkan sebagai DSS, karena DSS ini tidak memiliki definisi yang jelas. Karenanya, saya agak heran mengapa Mas Luqman menganggap bahwa mencari bahan-bahan tentang DSS ini lumayan susah. Hanya karena suatu sistem tidak secara eksplisit menggolongkan dirinya sendiri dalam DSS, belum tentu berarti bahwa sistem itu tidak tergolong dalam DSS. Mudah-mudahan membantu.

  6. Cornelius Says:

    Terima kasih Untuk Makalah anda!sangat membantu buat saya.GBU!

  7. Hermudin Says:

    Saya sedang mempelajari masalah sistem pakar atau kecerdasan buatan atau dss yang mana saya baca dari artikel itu masih agak bingung, mungkin maksud bagus tapi susah di cerna karena banyak parameter yang susah saya pahami tolong kiranya bisa membantu saya dalam mempelajarinya karena saya sedang mempelajari masalah ini untuk tugas akhir saya. Saya Ucapkan terimakasih!

  8. ricki antono Says:

    mas saya ingin tahu apakah ada perusahaan besar di indonesia menggunakan sistim DSS ini? kemudian dimana letak penggunaan sistem ini pada perusahaan tsb. trims..

  9. Lucky E. Santoso Says:

    Terima kasih. Alat yang ada di artikel ini adalah untuk multiple-criteria decision making (MCDM) secara umum (bentuk continuous yang nonlinear), jadi cocoknya buat kasus-kasus engineering dan semacamnya.
    Karena sifatnya yang generik itu, terlebih lagi dengan digunakannya algoritma yang stokastik, alat ini akan menjadi sangat tidak efisien untuk permasalahan-permasalahan khusus yang sederhana. Ada alat-alat lain yang khusus untuk itu.
    Saya tidak tahu apakah ada perusahaan besar di indonesia yang perlu menggunakan alat seperti ini.

  10. kurnia Says:

    saya yang ingin menulis sebuah karya tulis dengan penggabungan tema antara dss(ahp) dengan teknologi informasi, tetapi saya masih merasa bingung apakah kedua tema ini bisa cocok/saling melengkapi kalau digabungkan?kalau memang bisa digabungkan bisakah bapak memberikan penjelasan mengenai penggabungan tersebut dan apa kira-kira topik yang pas untuk karya tulis saya nanti…
    saya ucapkan terima kasih dan sukses buat anda..

  11. Lucky E. Santoso Says:

    “Digabungkan” dalam pengertian bagaimana? Di jaman sekarang saya akan sangat heran jika DSS (termasuk AHP) tidak digabungkan dengan teknologi informasi (TI), dalam pengertian bahwa sulit dibayangkan suatu DSS non-trivial yang tidak berbasis komputer (tidak menggunakan spreadsheet atau aplikasi komputer lain), mengingat sedemikian murahnya sumber daya komputasi.

    Jika yang dimaksud dengan “digabungkan” adalah diterapkannya DSS dalam domain TI, tentu saja sangat bisa. DSS bisa membantu para manajer dan profesional IT dalam mengambil keputusan. Misalnya AHP bisa membantu dalam pemilihan sejumlah vendor perangkat komputer berdasarkan sejumlah kriteria.

  12. ririn Says:

    mas saya ambil judul tugas akhir tentang DSS pengajuan kredit rumah pada sebuah developer, masalahnya saya bingung begitu banyaknya parameter yang ada. saya minta tolong bantuananya klo bisa contoh programnya sekalian
    makasih banya ya,,,,saya mengharapkan sekali bantuanya

  13. Lucky E. Santoso Says:

    Mbak Ririn, mengingat kesibukan, saya rasa saya tidak akan bisa banyak membantu. Namun kalau boleh usul, dalam meminta bantuan ke orang lain nantinya akan lebih baik jika menggunakan istilah yang lebih spesifik daripada sekedar “DSS”, mengingat DSS ini cakupannya teramat sangat luas sekali.
    Namun misalnya akan digunakan AHP, banyak sedikitnya parameter (kriteria?) saya pikir tidaklah terlalu relevan dari sisi pengembangan sistem informasi.

  14. doni Says:

    Mas saya mau menanyakan sesuatu. saya akan presentasi mengenai DSS dalam mata kuliah Sistem Informasi Manajemen. sebenarnya deskripsi DSS itu seperti apa dan bagaimana implementasinya dalam perusahaan. selain itu DSS lebih cocok untuk perusahaan yang bergerak di bidang apa? kalau di Indonesia sendiri contoh perusahaan yang sudah menggunakan IT untuk mendukung DSS apa saja? terima kasih atas informasi yang diberikan.

  15. indra Says:

    mas.. saya ambil judul TA tentang DSS mengenai pendistribusian barang dari pabrik ke pelanggan(> 1). kalo boleh nanya kira2 yang harus dijadikan paremeternya apaan ya? apakah hanya aspek biaya dan waktu aja? apakah harus digunakan metode khusus untuk kasus seperti itu?
    thanks. bantuannya, sekecil apapun, akan sangat membantu

  16. Lucky E. Santoso Says:

    Mas Doni, buku-buku teks mata kuliah Sistem Informasi Manajemen (mis. O’Brien atau Laudon) biasanya menyediakan deskripsi DSS dan studi-studi kasus implementasi DSS dalam perusahaan. Sayang saya sejauh ini tidak familiar dengan kajian-kajian jurnalistik atau akademis, jika memang ada, mengenai penerapan DSS di perusahaan-perusahaan di Indonesia.

    Mas Indra, untuk menetapkan apa saja yang harus dijadikan kriteria (mis. jarak, waktu, dan keamanan) tentunya perlu diskusi dengan domain expert-nya (owner/user sistem atau dosen pembimbing).
    Ada kemungkinan masalah ini bisa dimodelkan sebagai transportation problem (http://en.wikipedia.org/wiki/Transportation_problem) yang secara tradisional menggunakan transportation cost sebagai kriteria. Jika kriterianya banyak, mungkin dapat digunakan weighted averaging atau cara lain yang lebih canggih.

  17. adi Says:

    Hallo pak, saya murid dari UIEU, pernah diajar bapak di semester2 awal, saya senang sekali dengan cara bapak mengajar.. top buat bapak !! ^__^v

    To the point aja deh pak ke dalam permasalahan saya, sekarang saya sedang menjalani skripsi saya di semester 8 ini & mengambil permasalahan tentang DSS, saya berencana akan membuat engine nya. Tapi saya rada2 bingung dengan gambaran aplikasi nya itu yg seperti apa & bagaimana rupanya, kalau bapak berkenan & dengan rendah hati ingin membantu saya (semoga bapak berkenan membantu saya). Saya ingin meminta contoh aplikasinya tentang DSS dong pak, yang simple aja, at least saya bs ngeliat proses alur kerja nya itu seperti apa sistemnya, oh ya core saya di php programming & berniat membuat aplikasi DSS ini dgn sistem web based, tujuan akhir skripsi saya membuat aplikasi DSS tp yg dinamis, jd kriteria2 nya kita yg tentukan diawal, misal kita tentukan terlebih dahulu diawal 5 field, lalu akan muncul 5 field kolom untuk memasukkan kriteria2 yg dibutuhkan dst.. sistem yg akan bekerja selanjutnya.. jd tidak dipatok mati kriteria2 nya.. dinamis gtu pak =)

    Sekian & terima kasih sebelumnya pak.. saya hanya ingin melihat contoh aplikasi nya yg sudah di set mati aja tidak apa2 pak, nanti saya ingin membuat yg dinamis, tp saya sangat ingin sekali melihat contoh aplikasi nya tuh seperti apa jalannya.. baru saya mungkin akan mempunyai gambaran untuk membuat yg sifatnya dinamis.. bantuan bapak akan saya terima dengan ucapan terima kasih yg sebesar-besarnya.. semoga sukses selalu pak dengan karirnya!

    GBU

  18. Lucky E. Santoso Says:

    Hi Adi, sepertinya you adalah mahasiswa UIEU pertama yang senang dengan cara saya mengajar. Heheh.

    To the point saja, berikut adalah satu demo aplikasi online yang menggunakan DSS, persisnya Analytic Hierarchy Process (AHP), untuk membantu customer dalam memutuskan handphone apa yang tepat untuk dia:
    http://www.vanguardsw.com/examples/jupiter/Jupiter1.htm

    Semoga membantu.

  19. adi Says:

    Wah masa pak? setau saya banyak yg suka kok pak sama bapak, terutama nilainya itu lho baek banget & tidak menekan murid =)
    Jd menurut saya itu bagus kok, murid bs jago & maju itu kan hampir total berasal dari dalam diri nya & kemauan keras nya sendiri, mau sekolah di amrik jg percuma kalo dasar murid nya yg males.. hahahha.. jd saya suka2 aja sama cara bapak ngajar, santai, & gk menekan murid kyk dosen2 laennya.. hehehe..

    Trima kasih buat contoh DSS handphone nya pak, tak liat2 dulu deh..
    wah senengnya dapet contoh jg …

  20. adi Says:

    maaf merepot kan lg pak, kebentur ama rumus perhitungannya.. saya search dimana-mana tp kok kacau2 pada beda2 semua rumusnya, yg buat perhitungan matrix nya.. bapak punya tidak modul rumus buat perhitungannya.. saya mau build aplikasinya tp perhitungan rumus nya blon mapan yg bener tuh yg kaya gimana.. terima kasih banyak pak lucky, kebaikan bpk akan dibalas oleh yg diatas :)

  21. Lucky E. Santoso Says:

    Hi Adi, saya tidak percaya ada sesuatu yang di atas yang akan membalas perbuatan saya, tapi ini adalah salah satu tutorial AHP berikut rumusnya, saya lihat gaya penyampaiannya tidak “menekan” pembaca, jadi mungkin cocok buat you:
    http://www.boku.ac.at/mi/ahp/ahptutorial.pdf

  22. adi Says:

    Pak lucky.. arghhh.. keren bgt deh pak lucky..
    perhitungan matrix nya jelas banget dijabarin nya, lsg ngerti..
    sukses selalu buat pak Lucky!
    thx thx thx thx ^____^v

  23. Lyn Says:

    pak, kira-kira di situs mana saya bisa mendapatkan informasi yang lengkap tentang DSS dan penerapannya dalam suatu perusahaan? sebelumnya terima kasih atas jawabannya…

  24. Lucky E. Santoso Says:

    Lyn, sudah coba kunjungi misalnya http://dssresources.com/ ?

  25. abdi Says:

    Pak Lucky, penerapan DSS pada dunia manajemen pendidkan contohnya apa?

  26. Lucky E. Santoso Says:

    Pak Abdi, satu contoh yang langsung terpikir oleh saya adalah course timetabling (penjadwalan mata kuliah). Sepemahaman saya course timetabling cukup kompleks karena kendalanya bisa cukup banyak (misalnya preferensi dan beban dosen, preferensi kelas/mahasiswa, preferensi pengelola, dan ketersediaan ruangan), dan banyak menyita waktu dari para sekretaris jurusan atau staf lain yang bertugas mengurusinya jika dikerjakan secara manual.
    Sepertinya masalah ini bisa dimodelkan sebagai assignment problem, dan saya lihat DSS-nya (class timetabling software) sudah banyak dibuat orang.
    Demikian juga “exam timetabling” (penjadwalan ujian).

  27. rizki Says:

    saya ingin mencoba menganalisis kinerja lulusan dari kampus saya dengan menggunakan DSS.. bisa enggak ya??ada yang bisa bantu saya gak?? bingung banget nih…
    thx 4 the attention…

  28. alit Says:

    Salam kenal dari saya pak lucky… Saya mahasiswi yg sebentar lagi akan menyusun TA. dan saya berencana akan mengambil Judul ttg Sistem pendukung keputusan Ujian MAsuk Perguruan tinggi. mhh menurut bapak, bisa ga kasus ini dibuatkan sistem pendukung keputusan? trus klo misal kan bisa.. kira2 gambaran input dan outputnya tuh apa ajah… secara saya masih kurang paham dgn Sistem pendukung keputusan in, tp saya tertarik tuk lebih memahami sistem ini pak. Mohon bantuan dari bapak… dan terima kasih sebelumnya

  29. Lucky E. Santoso Says:

    Secara bisa enggaknya suatu kasus dibuatkan DSS, kemungkinan besar bisa, secara DSS ini tidak memiliki definisi yang jelas. Mungkin ini bisa dipakai untuk berkenalan dengan DSS: http://en.wikipedia.org/wiki/Decision_support_system

  30. raymond Says:

    Mas lucky saya sedang mengambil tugas akhir mengenai DSS dalam pemilihan rute pengambilan barang di gudang…saya sedikit bingung tools apa yang harus saya gunakan dalam merancang DSS-nya? dan sebetulnya tahapan dari perancangan DSS itu seperti apa? karena saya merancang dari awal bukan mengembangkan DSS yang telah ada….. thx untuk perhatiannya dan masukannya…

  31. Lucky E. Santoso Says:

    Mas Raymond, saya tidak terlalu melihat perlunya memberi perlakuan yang berbeda terhadap aplikasi DSS dalam hal perancangan (design). Misalnya untuk rancangan database (jika pakai database) bisa dipakai ERD atau class diagram UML; untuk rancangan detail algoritma (jika dirasa perlu, terutama untuk DSS yang “model-driven”), bisa dipakai flowchart, activity diagram UML, pseudocode, atau rumus matematis; dan seterusnya.

  32. inge Says:

    pak, saya mengalami kesulitan mengenai dss yang topikna menyangkut kedokteran.kira-kira topik apa ya yang menyangkut kedokteran dan simple buatnya? terus kalo pake ahp, perhitungan rumusnya itu dipake pas kapan?untuk cth aplikasi dari bapak saya udah lihat tapi perhitungan rumusnya terletak dimana?pada waktu user menginput nilai cukup atau sedang yah baru disitu dikeluarkan perhitungannya?tapi perhitungannya dipake di algoritma langsung ?bingung..bisa kasi contoh source code yang simple untuk perhitungan AHP yang sederhana saja pak…pls..terima kasih sekali sebelumnya..

  33. Lucky E. Santoso Says:

    Inge, saya tidak familiar dengan dunia kedokteran, tapi menurut saya pada prinsipnya dalam domain apa saja asal ada aspek pengambilan keputusan bisalah dibuat dss-nya, dan kalau keputusan itu multikriteria (banyak faktor yang perlu pertimbangkan) bisalah dss itu pake ahp.
    Mungkin salah satu topik adalah pemilihan treatment pasien oleh dokter untuk kondisi/penyakit tertentu (selain soal risk/benefit tradeoff, di jaman sekarang kan dokter seharusnya mempertimbangkan juga faktor preferensi pasien). Lebih lanjutnya sih tanya ke para dokter kali (sekalian kesempatan buat kenalan sama dokter yang cute).

  34. prap's Says:

    selamat siang pak,

    saya ingin bertanya tentang hal2 DSS, coz sy ingin mengambil topik dss ini untuk skripsi..
    yang saya masih bingung, biasanya klo untuk topik ini lebih baik mencari perusahaan kecil, sedang atau besar??
    lalu seberapa penting orang yg kita kenal dalam suatu perusahaan itu bagi pengumpulan data saya nanti, karena saya masih bingung apakah perlu perusahaan yg sama sekali “AWAM” maksudnya tidak ada orang yg kita kenal kita buat skripsi, atau perusahaan yg didalamnya terdapat orang yg kita kenal misal : saudara atau teman.. takutnya hal itu mempengaruhi dalam meminta data perusahaan tersebut..

    pertanyaan terakhir, adakah komunitas atau forum orang2 indonesia yg membahas tentang DSS ini, karena selama saya cari adanya forum asing, maklum b.inggris kurang fasih =p

    terima kasih sebelumnya..

  35. hamdan Says:

    Pak Lucky yth.
    Apakah mungkin AHP digunakan untuk pemeringkatan alternatif yang sangat banyak? misalnya seorang HRD perusahaan bermaksud mensortir aplikasi pencari kerja, kemudian orang HRD tersebut menentukan faktor-faktor/kriteria beserta pembobotannya untuk dimasukkan ke dalam query yang digunakan untuk pemeringkatan. Apakah AHP SELALU memerlukan pairwise comparison?
    Kalau diinginkan tidak menggunakan pairwise comparison, adakah teori atau model lain yang bisa dipakai pada kasus HRD tersebut?
    terima kasih

  36. ria Says:

    bapak, contoh dari aplikasi DSS yang mudah dibuat oleh mahasiswa apa ya?
    yang simpel aja?
    biasanya apa isi prototype dari aplikasi DSS itu sendiri ya pak?
    saya bingung..
    mohon dijelaskan - sejelas jelasnya..
    thanK

  37. Lucky E. Santoso Says:

    prap’s, lebih bagus tanya ke pembimbing deh. tapi dari pengamatan saya, irrespective of the topic, biasanya pembimbing/penguji lebih respect kalau studi kasusnya di perusahaan yang lebih besar. beruntunglah kalau ada saudara atau teman yang bisa dan bersedia membantu dalam mendapatkan data.

    hamdan, jika banyaknya alternatif menjadi concern, bukankah alternatif2 yang jelas2 tidak memenuhi syarat2 mutlak (mis. ipk pencari kerja harus di atas nilai tertentu) bisa dieliminasi terlebih dahulu? berikutnya, tentu saja pairwise comparison lebih tepat untuk kriteria2 kualitatif (mis. kecantikan pencari kerja). untuk kriteria kuantitatif (mis. berat badan pencari kerja) cukup pakai normalisasi saja. dan maaf, saya tidak tahu ada tidaknya komunitas atau forum orang2 indonesia yg membahas tentang DSS.

    ria, prototype aplikasi pada akhirnya akan didemonstrasikan atau dipakai oleh customer atau pihak lain, yang dalam kasus u barangkali adalah dosen. jadi silakan konsultasi ke si dosen, maunya gimana. coba konsultasi juga ke si dosen, kasus simpel ini boleh tidak: memilih cowok berdasarkan sejumlah kriteria, misalnya penampilan, penghasilan, dan kenakalan).

  38. hamdan Says:

    terima kasih pak Lucky atas jawabannya.
    jika tidak ada pairwise comparison, apa masih bisa dianggap AHP? jika semua kriteria kualitatif dikonversi menjadi kriteria kuantitatif apakah diperbolehkan?

  39. Lucky E. Santoso Says:

    untuk pembobotan (weighting) kriteria2 kuantitatif tersebut (mis. tinggi badan berapa bobotnya, berat badan berapa bobotnya, ukuran vital berapa bobotnya, dst.) apakah nanti akan pakai pairwise comparison? jika ya, menurut saya masih bisa dianggap AHP.

  40. Dian Says:

    Pak,saya ingin membuat TA tentang DSS utk menentukan pilihan investasi yg tepat,misalnya deposito,reksadana,beli tanah,emas,dll deh..
    Bisa kasih masukan nggak? Atau jurnal n apa aja yg ada hubungannya dgn calon skripsi-ku tsb.

  41. Lucky E. Santoso Says:

    Sepertinya, bersama dengan pembimbing, perlu diperjelas pilihan investasi yang “tepat” itu persisnya bagaimana, mis. apakah kriterianya hanya kinerja aset (perlu juga diperjelas bagaimana cara pengukurannya) atau mempertimbangkan juga preferensi risk/return investor.
    Mungkin bisa cek mis. http://finance.yahoo.com/calculator/retirement/inv-01 , apakah yang dimaui seperti ini.

  42. Firdaus Says:

    Salam kenal pak Lucky..Perkenalkan nama saya Firdaus (Mahasiswa SI Perbanas)..Saya sedang menyusun TA mengenai DSS..Ketika sedang iseng mencari bahan di om google, saya menemukan situs ini..Saya lihat kontennya bagus dan ada respon yang baik antara penanya dengan pembuat situsnya, makanya saya memberanikan diri untuk bertanya kepada bapak..Langsung saja

    1. Waktu itu bapak memberikan link terhadap aplikasi DSS yang berbasis AHP, kalo ga salah linknya (http://www.vanguardsw.com/examples/jupiter/Jupiter1.htm)..Tapi sepertinya link tersebut sudah tidak tersedia..Yang ingin saya tanyakan, adakah link lain selain link tsb diatas yang bisa membantu saya dalam menyusun TA (kalo bisa link ke aplikasinya langsung), sehingga minimal saya mendapat gambaran dahulu mengenai aplikasi apa yang nantinya akan saya buat.

    2. Beberapa teman saya menyebutkan bahwa aplikasi DSS dapat dibuat dengan “DSS generator”.Sebenarnya apa sih DSS generator itu??Saya tidak begitu paham..Apakah itu semacam aplikasi, atau hanya sebatas teori saja??Mohon diberikan link-nya agar saya lebih paham..

    Bantuan bapak melalui situs ini dapat membantu saya dalam menyelesaikan TA.
    Terimakasih atas atensi bapak lucky..

  43. Lucky E. Santoso Says:

    1. Sudah jadi dead link ya. Ini kebetulan saya menemukan mirror-nya:
    http://www.mindware-jp.com/vanguard/examples/jupiter/Jupiter1.htm

    2. Saya tidak pernah pakai DSS generator (aplikasi yang memudahkan orang dalam membangun aplikasi DSS), hanya pernah pakai general programming language dalam membangun aplikasi DSS, jadi tidak bisa banyak omong soal ini. Salah satu DSS generator yang pernah saya dengar adalah Dicodess (open source).

  44. Ristian Says:

    Saya mahasiswa semester akhir di universitas swasta di jawa timur sekarang saya sedang menyusun TA (tugas Akhir), yang saya tanyakan kepada bapak adalah mengenai DSS dan Aplikasi apa yang sekiranya menjadi pendukung aplikasi DSS untuk mencari situs mengenai aplikasi DSS apa aja Terima kasih

  45. indah Says:

    pak lucky yang terhormat bagaimana menurut bapak tentang judul sistem pendukung keputusan penanganan gizi balita dengan metode fuzzy mamdani berbasis web? judul ini akan saya jadikan TA saya nanti , apakah ada masukan2 buat kelancaran TA saya nantinya???apa tidak terlalu sulit ini untuk saya kerjakan

  46. sya_moetz Says:

    maz..thx bgt ya artikel-artikelnya…
    Fiuhhh…sungguh artikel yang sangat membantuku..huhu
    coba klo ga nemuin halaman ini,jangan-jangan gw ga ngarti apa2
    ’bout SPK hoho…biasa…MHS baru yg masi ‘agak2 belon pinter’
    (lho..maksa bgt).Intinya Makasih Banget ya kang..GBU…

  47. saputra Says:

    maz…
    saya lagi nyusun ta nih…
    tolong saya di berikan alamat situs tentang journal internasional tentang dss dengan metode ahp….
    n tolong beri contoh aplikasi delphi tentang dss dengan metode ahp…
    forum untuk delphi saya harus kunjungi situs apa maz…

  48. kholida Says:

    pak saat ini saya sedang kesulitan mencari contoh kasus nyata tentang assignment problem,bisakah anda membantu saya?

  49. edx Says:

    Thankz… telah membantu…
    :p

  50. lina Says:

    salam kenal pak, nama saya lina (kuliah di pts di jogja), saya mau bikin skripsi tentang SPK, dulu saya KPnya di Jamsostek, trus saya mau ambil judul skripsi tentang SPK Jaminan kematian, menurut bapak bisa ga’ kasus ini dibuatkan sistem pendukung keputusan? trus klo misal kan bisa.. kira2 gambaran input dan outputnya tuh apa ajah… secara saya agak banyak bloonnya tentang Sistem pendukung keputusan ini, tp saya tertarik tuk lebih memahami sistem ini pak. Mohon bantuan dari bapak… dan terima kasih sebelumnya

  51. Aziiz_Pm Says:

    Pak Lucky, saya adalah mahasiswa UPN, saat ini sedang menulis skripsi tentang DSS, ada nggak pak materi tentang DSS yang menjelaskan ruang lingkup DSS itu sendiri termasuk konsep ataupun cara membangun sistem DSS yang baik dan benar..

  52. Lucky E. Santoso Says:

    Maaf, karena kesibukan, kemarin-kemarin belum bisa menanggapi. :)

    Ristian dan Aziiz_Pm, sudah cek http://en.wikipedia.org/wiki/Decision_support_system ?

    indah, judul yang menarik. Sayang saya tidak berpengalaman di fuzzy systems, jadi maaf, tidak bisa membantu.

    Mas saputra, untuk jurnal sudah coba http://www.elsevier.com/locate/dss/ ? (tentu saja akses ke jurnal-jurnal ilmiah yang prestigious biasanya tidak gratis). Tentang forum Delphi, sudah coba http://tech.groups.yahoo.com/group/Delphindo/ ?

    kholida, bagaimana dengan penjadwalan mata kuliah dan ujian (course/exam timetabling)?

    lina, menurut saya untuk domain apa saja, asal mengandung pengambilan keputusan, bisa dibuatkan SPK. Saya bukan ahli asuransi jiwa, tapi bagaimana dengan SPK yang bisa dipakai tenaga pemasaran asuransi dalam membantu calon nasabah? Kira-kira inputnya data keuangan dan preferensi calon nasabah, dan outputnya jenis produk dan besarnya nilai perlindungan yang cocok untuk calon nasabah.

  53. prima Says:

    salam kenal pak, saya mahasiswa industri pertanian tingkat 3, salah satu MK saya yaitu Analisis Sistem dan pengambilan keputusan, saya bingung pak kasus yang berhubungan dengan pertanian yang seperti apa yang dapat diselesaikan dengan teori keputusan, dan dapatkah diberikan contoh penyelesainnya sampai ditemukan hasil keputusannya pak, di luar bidang pertaniannya juga tidak apa-apa.Saya sangat mengharapkan bantuannya pak, karena saya ingin benar-benar memahaminya.Terima kasih.

  54. Lucky E. Santoso Says:

    Prima, apakah ini bisa membantu?
    http://adt.curtin.edu.au/theses/available/adt-WCU20050526.144234/
    Atau ini (lebih bersifat overview)?
    http://www.macaulay.ac.uk/LADSS/papers/modsim05_wither_ag_dss.pdf

  55. afiat Says:

    Pak tolong beri referensi tentang sistem pendukung keputusan dengan metode fuzzy logic, kalo bisa minta contoh aplikasinya…
    Trimakasih….

  56. harry lukman Says:

    saya rencana mau buat tugas akhir tentang sistem pendukung keputusan penentuan jurusan pada sebuah sma Saya mohon diberi penjelasan lebih lanjut tentang masalah ini?. rencana saya menggunakan metode AHP. Bagamaina keslitannya dan apabila ada yang yang lebih gampang daripada AHP menggunakan apa?

  57. cha Says:

    pak lucky saya mohon bantuannya ya..
    saya saat ini sedang menulis skripsi mengenai spk dengan metode ahp tolong klo ada contoh mengenai program tersebut saya minta sebagai contoh dan sekaligus panduan dalam membuat aplikasi saya nantinya.trima ksh sebelum dan sesudahnya.

  58. Ferdy Says:

    Pak Tolong Contoh Sistem Penunjang keputusan pemilihan handphone berbasis web nya dong..

    Lagi bermasalah nih dengan kriteria2 yang perlu di masukkan.

  59. Ferdy Says:

    Waduh Pak.. Link nya tentang AHP mirrornya pun dah jadi dead link.. T_T
    http://www.mindware-jp.com/vanguard/examples/jupiter/Jupiter1.htm
    Mirrornya juga dah ngga ada.. ada URL laen ngga pak?

  60. Lucky E. Santoso Says:

    afiat: www.ijcim.th.org/past_editions/2006V14N2/pp1_IJCIM%20V142_Web_Based_Fuzzy_ChinWenCheong.pdf
    harry, cha, Ferdy: http://www.cci-icc.gc.ca/tools/ahp/index_e.asp
    Siapa tahu membantu.

  61. Ferdy Says:

    Terima Kasih atas jawabannya pak.. ^^

  62. Fany Aditama Says:

    Maaf pak sebelumnya…
    Apa bapak memiliki ebook dari fuzzy ahp dan source code untuk fuzzy ahp dari m-file program matlab???
    Terima kasih sebelumnya atas bantuannya…

  63. Lucky E. Santoso Says:

    Fany: Sayang sekali tidak.

  64. Jimmy Says:

    pak lucky,selain metode ahp yg cocok untuk pengambilan keputusan apa ya pak?klo metode fuzzy ahp apa bedanya dengan ahp biasa??apa bapak punya ebook fuzzy ahp yang bhs.indonesia??
    terima kasih pak..

  65. Ferdy Says:

    pak.. mau nanya nih..
    apa yah dasar penentuan bobot masing-masing kriteria dalam sistem yang saya bangun?
    yaitu.. sistem penunjang keputusan pemilihan handphone berbasis web..

    terima kasih sebelumnya pak..^^

  66. andi Says:

    pak..saya ingn membuat TA tentang sistem pendukung keputusan. saya ingn membuat SPK tentang pemilihan Hand phone 1 ato 2 vendor. saya bingung mau memakai metode apa dalam pembuatan aplikasi ini.

    masalahnya TA di universitas saya tentang SPK udah banyak dan saya tidak boleh mengambil metode yang sama

    misal membandingkan 2 metode dalam suatu kasus? dan menarik kesimpulan bgmna pak? trus kira-kira metode apa ya yang sebaiknya dibandingkan?

    atau bapak punya usul tetntang judul yang lain?

    maaf pak…banyak pertanyaan, trima ksh

  67. Lucky E. Santoso Says:

    Jimmy, saya tidak punya e-book yang dimaksud, tapi semoga ini membantu:
    http://www.ijcim.th.org/past_editions/2006V14N2/pp1_IJCIM%20V142_Web_Based_Fuzzy_ChinWenCheong.pdf

    Ferdy, sebagai salah satu alternatif, penentuan bobot kriteria bisa diserahkan kepada user untuk dia tentukan sendiri dengan dukungan sistem (mis. dengan bantuan pairwise comparison AHP).

    andi, berikut mengandung daftar metode2 yg bisa digunakan untuk SPK multikriteria:
    http://en.wikipedia.org/wiki/Multi-criteria_decision_analysis

    Tapi kalau boleh saya usul, untuk TA, pedulikan hanya kata pembimbing dan publikasi2 akademik. Jangan pedulikan kata orang2 lain (termasuk saya).

  68. ning Says:

    Salam kenal buat Pak Lucky. Saya mau menanyakan tentang SPK untuk penempatan jabatan dan perencanaan karir. Di skripsi saya menggunakan metode warterfall. Bapak tolong berikan masukkan saran buat saya, tentang input dan ouput programnya? Serta alternatif lain. Saya ucapkan makasih banyak.

  69. rangga Says:

    izin bergabung, btw sekarang saya sedang buat SPK pemberian kredit pada nasabah menggunakan bahasa pemrograman PHP dan dengan metode AHP, yang ingin saya tanyakan :
    1. Apakah PHP bisa mengaplikasikan hitungan pada metode AHP ?
    2. Tolong dong berikan gambaran tentang SPK yang serupa dengan skripsi saya.
    terimakasih. saya tunggu jawabannya.

  70. Lucky E. Santoso Says:

    ning: barangkali perlu dipikirkan siapa pengguna dari atau yang berkepentingan dengan SPK ini nantinya. apakah job seekers, hrd managers, atau yang lain.

    rangga: 1. Tentu saja bisa 2. Bagaimana dengan ini: http://www.scorto.ru/downloads/Credit%20scoring%20system%20for%20small%20business%20loans.pdf

  71. nita Says:

    aku mau buat TA sistem pendukung keputusan monitoring kinerja dosn dan karyawan nich.klo boleh tau model apa yang bisa di pakai untuk monitoring ini?mksi

  72. fajar Says:

    pak maaf kalo saya merepotkan, pak punya contoh dan artikel tentang sistem pakar ga pak. cos saya sudah 2 tahun ini nyari ga ktemu, ktemu pun itu brupa optional choice + ada questionnya tu pun ga bisa dicoba(piunyanya pak herianto) so plis pak kalo bappak punya aplikasinya(contohpun boleh, literatur) tentang sistem pakar bisa dikirim ke email saya. dan apa sistem pakar itu hanya berupa question answer yang berjawab ya dan tidak saja ya??

  73. Lucky E. Santoso Says:

    nita: secara profesional, penilaian kinerja dosen meliputi bidang pengajaran, penelitian, dan pengabdian masyarakat (barangkali ini bermanfaat: http://www.luc.edu/projectfaculty/pdf/faculty_assessment.ppt). namun dalam banyak situasi di mana perguruan tinggi dipandang sebagai lembaga bisnis, tidak akan mengherankan jika penilaian kinerja dosen difokuskan ke masalah kepuasan pelanggan. untuk jelasnya mungkin bisa tanya ke domain experts (barangkali wakil rektor bidang akademik atau kepala biro akademik).

    fajar: hmm. contoh ya. sudah coba pake CLIPS (http://clipsrules.sourceforge.net/)? tersedia (di situs tersebut juga) sejumlah contoh aplikasi sederhana yang menggunakan CLIPS. tentang apakah sistem pakar itu hanya berupa question answer yang berjawab ya dan tidak saja, di http://en.wikipedia.org/wiki/Expert_system ada contoh di mana suatu pertanyaan ditanggapi dengan “Ngapain tanya-tanya” alias “Why.” ini beda dengan sistem berbasis neural nets di mana user tidak bisa “tanya kenapa.”

  74. S'tol Says:

    ass. pak maaf. ni saya mo bikin TA, temanya adalah

    ” SISTEM PAKAR DINAMIS”

    kira2 bisa apa tidak?
    trus menurut bapak algoritma/teknik apa yang bisa dipakai
    agar bisa mencakup semua bidang,
    sebab ini adalah sistem pakar dinamis,
    sehingga sistem pakar ini nanti bisa diterapkan di bidang apapun

    wss

  75. Lucky E. Santoso Says:

    Saya tidak tahu latar belakang pertanyaan dan penanya, jadi mungkin jawabannya tidak tepat sasaran.
    Inference engine yang ada di suatu expert system tidak tergantung pada problem/bidang tertentu. Yang tergantung pada problem/bidang tertentu adalah rule base-nya, yang dibuat oleh knowledge engineer berdasar masukan pakar problem/bidang tertentu.
    Jadi mungkin yang perlu dipikirkan dalam pembikinan “sistem pakar dinamis” ini adalah bagaimana membuat suatu rule base yang bisa berlaku untuk segala bidang, mis. siapa saja pakarnya, dan bagaimana meng-update-nya sesuai dengan perkembangan pengetahuan para pakar.
    Mungkin bisa dipertimbangkan cara kolaborasi (a la Wikipedia) di mana para user sekaligus berperan sebagai pakar dan knowledge engineer. Tapi sepertinya ini berarti bahwa pekerjaan knowledge engineer perlu disederhanakan agar dapat dikerjakan oleh orang awam.

  76. Yatna Says:

    Yth Mas Lucky..,
    Saya tidak sengaja menemukan situs mas dari internet disaat saya sedang mencari referensi untuk bahan Skripsi saya,

    Saya sudah bekerja dengan disambi kuliah untuk menambah wawasan dan menunjang karier saya tentunya. Membaca tulisan Mas, saya sangat salut dan senang, masih ada orang pintar yang peduli terhadap orang lain dan mau membantu serta berbagi ilmu tanpa mengharap imbalan. Semua pertanyaan yang dituliskan pengunjung situs ini hampir seluruhnya Mas Lucky balas dengan penyampaian yang jelas dan ringkas.

    Oh iya mas, skripsi saya mengambil Sistem Pendukung Keputusan dengan tema Penilaian Kinerja Karyawan dalam menghandle komplain untuk menentukan karyawan yang berhak mendapatkan prestasi. Criteria yang dinilai antara lain :
     Jangka waktu penyelesaian komplain (hari)
     Jenis komplain (yang dibedakan dengan bobot)
     Tingkat Disiplin Karyawan (Keterlambatan atau ketidakhadiran)

    Beberapa referensi mengenai SPK sudah saya baca, diantaranya tulisan mas Lucky di web ini, semua saya pelajari dari awal hingga comment terakhir dan dominan cenderung ke penggunaan metode SPK dengan AHP (dari mulai pengertian, penentuan kriteria hingga perhitungan matrixnya). Dari Buku karangan DR IR Kadarsah sedikit saya tangkap, bahwa penyelesaian SPK bisa dilakukan dengan 2 model, yaitu:
    1. Model Linear dengan menggunakan metode grafis
    2. Model Kriteria Majemuk dengan menggunakan Metode AHP atau Promethee)

    Selain itu saya mungkin belum baca. Maksud saya menuliskan ini semua karena saya sebagai mahasiswa yang masih belajar dan belum lulus, perlu penilaian dari yang lebih ahli seperti mas Lucky, yang saya tanyakan :
    1. Apakah pemahaman saya mengenai SPK dari saya mengambil kesimpulan yang saya tuliskan diatas baik yang berdasarkan tulisan mas Lucky maupun bukunya DR IR Kadarsah sudah benar, terutama mengenai Metode SPK yang ada..?
    2. Kasus Skrisi yang saya ambil dengan kriteria penilaian yang saya tuliskan diatas apakah sudah memenuhi standar minimal untuk dijadikan sebagai model SPK walaupun hanya dengan 3 kriteria saja…?
    3. Mohon bantuannya mas Lucky kira-kira Metode apa yang cocok untuk kasus Skripsi saya itu..? Apakah dengan AHP…?

    Terima kasih banyak sebelumnya saya sampaikan
    semoga sukses dan lancar selalu buat mas Lucky

    bila berkenan bisa add ym saya di priyatna1983

    Regards

    Yatna

  77. yunita Says:

    pak lucky, saya mahasiswaa yang sedang skripsi mengenai SPK dengan pokok bahasan pengembangan karyawan(penerimaaan sampai kenaikan jabatan) kemarin saya menggunakan metode AHP dan kemudian pembimbing menginginkan saya menggunkan metode profile matching, karena di anggap lebih pas. pak lucky pny referensi untuk metode ini??saya binggung…trimakasih sebelumnya

  78. Lucky E. Santoso Says:

    Mas Yatna,
    1. Saya tidak baca buku yang disebut (saya sedapat mungkin menghindari karya tulis berbahasa Indonesia), jadi tidak bisa kasih komentar.
    2. Saya belum pernah dengar, jika memang benar-benar ada, standar minimal yang dimaksud.
    3. Karena semua kriterianya kuantitatif, dalam penentuan karyawan seharusnya cukup pakai hitung rata-rata berbobot. AHP mungkin bisa berperan dalam penentuan bobot kriteria2 dan bobot jenis2 komplain.
    Tapi apa kata dosen pembimbing, itulah yang menurut saya seharusnya didengarkan.

  79. Yatna Says:

    Terima kasih mas Lucky atas masukan dan jawabannya,
    Respon mas Lucky sangat membantu saya,

    Semoga sukses selalu

    Regards

    Yatna

  80. Lucky E. Santoso Says:

    yunita:
    saya bukan ahli hrd/psikologi, tapi mungkin yang pembimbing maksudkan adalah pemakaian hasil tes/inventori psikologi/kepribadian, misalnya MBTI (Myers-Briggs Type Indicator, http://www.gladwell.com/pdf/personality.pdf), sebagai salah satu atau satu-satunya kriteria dalam pengambilan keputusan.
    saran saya, buat kesepakatan dengan pembimbing mengenai ruang lingkup skripsi.

  81. yunita Says:

    trima kasih atas sarannya pak…

  82. dOt's Says:

    mas lucky saya lagi nyusun TA Sistem pakar Diagnosa Kerusakan Komputer, minta kalo bisa saya minta tolong minta contoh flowchart dan DFD nya…
    terima kasih…

  83. hitta Says:

    mas klo expert choise tu seperti apa? aki tertark mengenai prog ini krn def dari tmnq…tp g lenggkap jd mohon info yg tepat. trimakasih sebelumnya

  84. david Says:

    mas lucky…met malem…
    saya lg nyusun TA tentang DSS…
    saya mau nanya tentang :
    1. apakah KELAYAKAN PEMBERIAN KREDIT BISA PAKEK AHP? klo bisa parameter apa saja yang di kasih bobot….
    2. klo masalah dss tentang kelayakan pemberian kredit, pakek metode apa mas…yang cocok…..
    trims…

  85. Lucky E. Santoso Says:

    dOt’s: gak salah tuh nanyain flowchart dan DFD? ato barangkali mau coba baca dulu pengantar ke sistem pakar, mis. http://en.wikipedia.org/wiki/Expert_system

    hitta: sori, saya belum pernah pakai produk ini. tapi bukannya tutorial Expert Choice ini bisa didapat lewat Internet? mis. http://cashflow88.com/decisiones/saaty2.pdf (tentang AHP)

    david:
    1. saya bukan ahli analisis kredit, tapi dugaan saya sih bisa, misalnya jika pembobotan kriteria2 pemberian kredit atau penentuan skor para calon kreditor didasarkan secara subjektif pada pengalaman atau keyakinan pakar (mis. analis kredit). kriterianya apa saja tentunya bisa dikonsultasikan ke domain expert (mis. analis kredit).
    2. salah satu alternatif adalah neural nets berdasarkan data empiris, seperti dilaporkan di http://www.scorto.ru/downloads/Credit%20scoring%20system%20for%20small%20business%20loans.pdf . tapi mungkin ini terlalu ambisius.

  86. VERO Says:

    pagi pak…saya mahasiswa yang sdg skripsi, kebetulan topik saya juga sama sama yang bapak tulis,saya mau tanya aspek-aspek apa yang digunakan dalam menaikkam jabatan karyawan (kalau bisa yang tanpa test ) karena kmrn materi yang saya dpt ada 3 aspek (intekegensi, sikap krja, dan perilaku) dan ke 3nya menggunakan tes (sedang di tmpt penelitian saya tdk pakai tes tp pengamatan dan wawancara saja) apa bpk pnya referensi mengenai itu? untuk proses analisisnya saya menggunakan profile matching dan perhitungan GAP. saya butuh bantuannya bpk..trimakasih

  87. banjar Says:

    Salam kenal ..Mas…aq..mw tanya yang kemaren tentang SPK Pemilihan SMU Negeri berdasarkan Passing Grade…nah itu kan cuma berdasarkan 1 kriteria… jadi tolong Mas petunjuknya kira-kira metode yang tepat untuk TA saya itu apa ya Mas??? mohon petunjuk dan referensinya kalo bisa Mas… tulung… AHP jelas bukan kan Mass…
    Trimsss…oh ya Mas tolong ke email qu aja yaa…

  88. Lucky E. Santoso Says:

    VERO: seperti saya tulis di kesempatan sebelumnya, saya bukan ahli hrd/psikologi, jadi saya pikir pertanyaannya salah alamat.

    banjar: passing grade bisa jadi lebih tepat diperlakukan sebagai kendala (constraint) yang menyaring pilihan2 yang ada. jadi barangkali perlu dipikirkan bersama dengan domain expert, kriteria apa (saja) yang bisa dipakai. tentang AHP, tentu saja tetap terbuka peluang untuk memakai metode tersebut.

  89. david Says:

    mas bisa minta tolong, alamat situs program dan sources code menggunakan metode ahp…
    jurnal tentang metode ahp, saya harus mengunjungi situs apa, mas……
    trims….

  90. Lucky E. Santoso Says:

    sudah cek http://en.wikipedia.org/wiki/Analytic_Hierarchy_Process ?

  91. david Says:

    pak bagaimana memberi pembobotan kelayakan pemberian kredit nasabah dengan berpedoman pada 5c (character, capacity, capital, condition, and collateral)?
    saya bingung ngasih bobotnya, yang mana lebih prioritas yang satu dengan yang lain…mohon bimbingannya…..

  92. Lucky E. Santoso Says:

    david: kecuali u adalah pakar (mis. analis kredit), saya tidak sarankan u ngasih bobot2 tersebut.

Leave a Comment