Paradigma dalam Penelitian Sistem Informasi dan Implikasi Etisnya: Sebuah Tinjauan Literatur

ABSTRAK
Dalam penelitian yang dilakukannya, seorang peneliti perlu mengetahui paradigma yang dianut, yaitu pendekatan yang bercirikan asumsi-asumsi filosofis—meliputi ontologi, epistemologi, dan metodologi—tertentu mengenai apa yang menjadikan penelitian itu “sahih” dan metode-metode penelitian mana yang tepat. Dalam tulisan ini dibahas paradigma-paradigma dalam penelitian sistem informasi sebagai hasil dari suatu tinjauan literatur, dengan fokus kepada implikasi-implikasi etis yang melekat pada paradigma-paradigma tersebut. Terlihat adanya kesepakatan umum bahwa penelitian-penelitian sistem informasi dapat dikelompokkan ke dalam tiga paradigma, yaitu positif, interpretif, dan kritis. Dapat ditunjukkan pula bahwa masing-masing dari ketiga paradigma tersebut memiliki implikasi etis. Implikasi etis dari paradigma kritis sangat mudah ditemukan karena paradigma ini memiliki sisi etis yang melekat dalam dirinya: Dengan keinginan untuk melakukan perubahan terhadap kenyataan sosial, penelitian kritis harus mengajukan saran-saran normatif mengenai arah yang harus ditempuh oleh perubahan-perubahan tersebut. Etika juga melekat dalam paradigma interpretif: Interaksi yang akrab dengan subjek-subjek penelitian, sebagaimana diperlukan dalam penelitian interpretif, tentunya memiliki konsekuensi-konsekuensi etis. Meskipun paradigma positif kerap dicirikan sebagai bebas etika, dapat ditunjukkan bahwa ada beberapa titik di mana etika memasuki dasar-dasar paradigma tersebut; seringkali implikasi-implikasi etis tersebut tersembunyikan, sehingga para penganut paradigma positivisme, jika dibandingkan dengan para penganut paradigma lainnya, kurang melihat perlunya mempertimbangkan pembenaran etis atas posisi mereka.

FULL TEXT
paradigma-dalam-penelitian-sistem-informasi.pdf (49 KB)

Leave a Comment

Security Code: